Tidak cuma orang yang membludak, arus kendaraan pribadi juga meningkat tajam. Di gerbang tol Jakarta saja, kendaraan yang keluar di H-1 tercatat 117 ribu unit, sementara yang masuk sekitar 66 ribu. Total pergerakan di tol Jabodetabek hampir 250 ribu unit, dan di luar wilayah itu sekitar 236 ribu unit. Di jalan arteri, situasinya lebih padat lagi dengan pergerakan mencapai ratusan ribu unit.
Soal ketepatan waktu, kinerja angkutan umum relatif bagus. Kereta api mencatat on time performance (OTP) di atas 98%, sangat impresif. Angkutan laut juga oke, di angka 95,7%. Untuk penerbangan, domestik sekitar 85,79% tapi internasional agak turun ke 70,24%. Angkutan penyeberangan dan darat ada di kisaran 60-an hingga 70-an persen.
Menghadapi arus balik yang diprediksi tak kalah ramai, Ernita kembali mengingatkan beberapa hal. Masyarakat diminta merencanakan perjalanan lebih awal, sebisa mungkin menghindari waktu puncak. Kondisi fisik dan kesiapan kendaraan juga harus jadi perhatian utama.
“Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan moda transportasi resmi dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama arus balik Lebaran 2026,” tuturnya mengulang imbauan.
Intinya, mudik tahun ini lebih ramai. Dan semua pihak, termasuk para pemudik, perlu ekstra waspada dan tertib agar perjalanan pulang kampung dan kembali ke kota berjalan lancar.
Artikel Terkait
Kolev Sarankan Herdman Utamakan Pemain Lokal di FIFA Series Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran di Lingkar Gentong Diprediksi H+2 dan H+3
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri di Kontrakan
Manchester City Juara Piala Liga Inggris ke-9 Usai Kalahkan Arsenal 2-0