tambah Oji sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Di sisi lain, kalau ditilik secara ilmiah, sebenarnya ikan dewa ini adalah jenis ikan kancra. Tapi ya, perlakuan warga sekitar terhadap mereka jauh berbeda. Ikan ini diperlakukan nyaris seperti manusia. Oji mencontohkan, ketika ada ikan yang mati, ritualnya khusus.
"Kalau ada yang mati, kami perlakukan seperti manusia. Dibungkus kain putih dan dikuburkan,"
jelasnya.
Kepercayaan lain yang juga beredar adalah soal jumlah mereka yang dianggap tetap. Entah bagaimana ceritanya, jumlah ikan dewa ini konon tak pernah berkurang atau malah bertambah banyak. Kalau ada satu yang mati, percayalah, akan ada penggantinya yang muncul tak lama kemudian.
Nah, mitos-mitos seperti inilah yang justru menjadi magnet. Wisatawan jadi penasaran, ingin membuktikan atau sekadar melihat wujud ikan yang penuh cerita itu. Apalagi di momen liburan panjang seperti Lebaran, antusiasme pengunjung terlihat jelas meningkat. Suasana ramai pun menyelimuti Taman Wisata Linggarjati, jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa.
Artikel Terkait
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Bulgaria Soal Tantangan Cuaca di FIFA Series 2026
Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026
Indonesia Kembali Dipercaya FIFA Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Reformasi Aparat Jadi Prioritas