Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Bulgaria Soal Tantangan Cuaca di FIFA Series 2026

- Minggu, 22 Maret 2026 | 21:00 WIB
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Bulgaria Soal Tantangan Cuaca di FIFA Series 2026

Ivan Kolev tahu betul bagaimana rasanya melatih di Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu kini justru memberikan wejangan untuk negaranya sendiri, Bulgaria, yang bakal bertandang ke Jakarta untuk FIFA Series 2026. Tantangannya, menurutnya, cukup unik dan bukan perkara taktik sepak bola biasa. Cuaca.

“Kelembapannya sangat tinggi. Suhu berkisar antara 30 hingga 33 derajat sepanjang waktu, siang dan malam,”

Begitu kata Kolev seperti dilansir Dsport, Minggu (22/3/2026). Pengalamannya di Tanah Air bukan main-main. Pria 68 tahun itu pernah menukangi Skuad Garuda di dua periode berbeda, belum lagi melatih klub-klub besar macam Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Jadi, ucapannya soal iklim tropis Indonesia bukan sekadar tebakan.

Ia mengakui, adaptasi terhadap panas dan kelembaban yang menyengat itu bakal jadi kendala nyata bagi skuad Bulgaria. Apalagi, tim yang dibawa pelatih Aleksandar Dimitrov ini diisi banyak wajah muda.

Tapi Kolev tak pesimis. Menurutnya, dengan persiapan yang matang, anak-anak muda itu bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

“Para pemain Bulgaria masih muda. Adaptasi tidak akan mudah, tetapi juga tidak akan terlalu lama. Dengan program yang tepat, mereka bisa cepat menyesuaikan diri,” jelasnya.

Di sisi lain, Bulgaria sendiri sudah merilis daftar 27 pemain yang akan terbang ke Jakarta. Tampak jelas niat Dimitrov untuk memberi pengalaman pada pemain-pemain muda dalam turnamen persahabatan antar-konfederasi ini.

FIFA Series 2026 di Jakarta rencananya bakal berpusat di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Jadwal sudah menanti: Bulgaria akan langsung berhadapan dengan Timnas Kepulauan Solomon pada laga pembuka, Jumat 27 Maret 2026 nanti. Pertandingan pertama itu, di tengah cuaca Jakarta yang terkenal panas, pasti akan menjadi ujian pertama yang langsung terasa bagi para pemain Eropa itu.

Jadi, selain strategi di lapangan hijau, persiapan menghadapi elemen alam mungkin jadi kunci. Sebuah tantangan tak biasa, seperti yang diingatkan Kolev, di depan mata.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar