Hari Raya Idul Fitri tahun ini diwarnai oleh sejumlah momen hangat dari Presiden Prabowo Subianto. Beliau memilih untuk menghabiskan waktu dengan bersilaturahmi langsung bersama masyarakat. Salah satu titik kunjungannya adalah Aceh Tamiang, di mana ia turut melaksanakan salat Id bersama para penyintas bencana. Rasanya, momen seperti ini yang selalu dinanti, bukan?
Di sisi lain, suasana meriah juga terpancar dari Istana Kepresidenan di Jakarta. Setelah sekian lama, pintu istana kembali dibuka lebar untuk ribuan warga biasa. Mereka memadati halaman dan ruangan dalam acara gelar griya atau open house Lebaran. Suasana riuh rendah, penuh tawa, dan jabat tangan mewarnai hari yang fitri itu.
Rupanya, tradisi silaturahmi ini sengaja dihidupkan kembali. Bagi banyak orang yang datang, ini adalah pengalaman pertama bisa masuk dan menyapa langsung di kompleks istana. Mereka antre dengan pakaian terbaik, berbaur tanpa sekat.
“Senang sekali bisa salat bersama dan mendengar langsung cerita dari saudara-saudara kita di Aceh Tamiang,” ujar Prabowo dalam suatu kesempatan.
Menurut sejumlah saksi, presiden terlihat santai dan banyak menyempatkan diri untuk berbincang. Baik di Aceh maupun di Jakarta, polanya sama: mendengar, tersenyum, dan bersalaman. Nuansa kekeluargaan benar-benar terasa dominan.
Memang, Lebaran selalu tentang kembali ke fitrah dan menyambung tali persaudaraan. Dari ujung Sumatera hingga pusat ibu kota, semangat itu tampaknya coba dihadirkan secara nyata. Tak cuma seremonial, tapi upaya untuk benar-benar bertemu dan berbagi kebahagiaan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Hentikan Kutukan 38 Tahun Lawan Oman
Timnas Indonesia Akhirnya Putus Puasa 38 Tahun Tak Pernah Kalahkan Oman
Utang Pinjol Nasional Tembus Rp102 Triliun per April 2026, OJK Catat Risiko Kredit Macet Meningkat
Komisi XIII DPR Panggil Kementerian Imipas Bahas Lemahnya Pengawasan Usai Delapan Pejabat Jadi Tersangka Pemerasan