Polri Imbau Manfaatkan WFA dan Diskon Tol untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:40 WIB
Polri Imbau Manfaatkan WFA dan Diskon Tol untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran

Arus balik Lebaran selalu jadi tantangan tersendiri. Kali ini, Polri punya imbauan khusus buat kita semua: manfaatkanlah kebijakan kerja dari mana saja, atau Work From Anywhere (WFA). Tujuannya jelas, untuk mengurai kemacetan yang biasanya makin parah pasca hari raya.

Menurut Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, pihaknya sudah mengantisipasi gelombang perjalanan usai Lebaran. Fenomena "bangkit mudik" ini diprediksi akan meningkatkan mobilitas warga secara signifikan.

"Kami mengingatkan kembali himbauan Bapak Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca salat Idulfitri," ujar Tjahyono, Sabtu (21/3/2026).

Ia melanjutkan, "Untuk itu, Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan."

Pengelolaan arus balik nantinya akan dijalankan seoptimal mungkin, mirip seperti saat arus mudik berlangsung. Harapannya, perjalanan pulang bisa tetap aman dan nyaman buat semua.

Nah, ada juga kabar baik soal diskon tarif tol yang berlaku tanggal 26 dan 27 Maret mendatang. Masyarakat diharap bisa memanfaatkannya agar arus kendaraan nggak numpuk di satu waktu yang sama. Ini strategi sederhana, tapi dampaknya bisa besar.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA secara bijak," tambah Tjahyono.

Dengan begitu, perjalanan pulang bisa dilakukan secara bertahap. Alhasil, kepadatan yang berlebihan pun bisa dihindari.

Selain arus balik, ada hal lain yang jadi perhatian Polri: acara halal bihalal. Kegiatan silaturahmi di berbagai daerah ini berpotensi menimbulkan kemacetan lokal. Untuk mengatasinya, personel sudah disiagakan di titik-titik keramaian.

Lalu, untuk yang berencana rekreasi, khususnya ke wisata air, imbauannya tetap sama. Baik pengunjung maupun pengelola diminta jaga keselamatan dan perhatikan kapasitas. Over kapasitas itu risikonya nggak main-main, bisa berujung pada kecelakaan.

Terakhir, Tjahyono menegaskan kalau keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ini bukan cuma kerja Polri semata. Sinergi dari TNI, kementerian, pemerintah daerah, dan tentu saja partisipasi masyarakat, adalah kunci utamanya. Semuanya harus bergerak bersama.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar