Di kesempatan yang sama, Kapolri juga menyempatkan diri memberikan apresiasi. Sasaran utamanya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, atas sejumlah inovasi di daerah.
“Terima kasih Pak Kapolda, yang telah membentuk Satgas PHK dan merangkul rekan-rekan ojol sebagai bagian dari sabuk kamtibmas. Ini wujud nyata kemitraan Polri dengan masyarakat,” kata Sigit.
Dua program yang disebutkan Sigit Satgas PHK dan Ojol Kamtibmas Presisi baru saja dikukuhkan dalam acara itu, bersamaan dengan penandatanganan prasasti renovasi masjid. Bagi Kapolda Herry, program-program ini punya makna yang lebih mendasar daripada sekadar proyek administratif.
“Ini bukan sekadar program. Ini bentuk kehadiran negara yang mendengar,” ujar Herry Heryawan.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif itu lahir dari interaksi langsung. Dari mendengar keluh kesah pengojol di jalan, tentang keluarga yang mereka nafkahi, hingga harapan akan kehidupan yang lebih aman. “Polda Riau bertekad mewujudkan harapan tersebut,” katanya.
Intinya, semua upaya ini, baik silaturahmi tingkat tinggi maupun program kamtibmas yang melibatkan warga biasa, bertemu pada titik yang sama: membuat masyarakat merasa negara hadir. Dan di bulan Ramadan ini, pesan itu disampaikan lagi, dengan harapan bisa meresap lebih dalam.
Artikel Terkait
Permintaan Jasa Titip Barang di Stasiun Pasar Senen Melonjak 50% Saat Arus Mudik
Danantara Buka Pendaftaran Gelombang Kedua untuk Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik
Imsak Bogor Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Salat
Gubernur DKI Siapkan WFH untuk ASN Guna Hemat BBM Antisipasi Dampak Konflik Global