Ia menambahkan, fokus mereka tidak cuma pada transportasi. "Kami juga merespons cepat setiap kendala yang dihadapi jamaah di lapangan, termasuk masalah akomodasi dan pelindungan jamaah pasca insiden tertentu," jelasnya.
Kalau dilihat secara keseluruhan, jumlahnya memang besar. Ilham memaparkan, sejak periode 28 Februari lalu hingga 16 Maret 2026, total sudah 28.170 jamaah umrah Indonesia yang dipantau dalam proses kepulangannya. Mereka semua berangkat dari Jeddah maupun Madinah.
Pesan dari Kementerian Haji dan Umrah RI pun jelas. Seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diminta untuk tetap profesional. Tanggung jawab mereka harus dipegang teguh, mulai dari jamaah berangkat hingga kaki mereka menginjak kembali daerah asal.
Di sisi lain, para jamaah juga diimbau untuk tidak panik.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh jamaah untuk tetap tenang dan segera melaporkan kendala melalui saluran resmi jika menemukan permasalahan pelayanan di Tanah Suci," pesan Ilham menutup pernyataannya.
Upaya pemulangan ini terus berlanjut, mengikuti perkembangan situasi keamanan yang ada.
Artikel Terkait
Permintaan Jasa Titip Barang di Stasiun Pasar Senen Melonjak 50% Saat Arus Mudik
Danantara Buka Pendaftaran Gelombang Kedua untuk Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik
Imsak Bogor Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Salat
Gubernur DKI Siapkan WFH untuk ASN Guna Hemat BBM Antisipasi Dampak Konflik Global