Asap sudah mulai masuk ke dalam unit. Itulah kabar terakhir yang disampaikan Erawati (34) kepada keluarganya lewat sambungan video, Rabu siang itu. Di balik layar, di Malang, ayah dan suaminya hanya bisa menyaksikan dengan hati ciut. Perempuan asal Dampit itu terlihat masih menggendong bayi majikannya, berusaha bertahan di lantai 8 apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang sedang dilalap si jago merah.
Kakak kandungnya, Suyono (44), mendapat telepon panik dari sang ayah. "Saya langsung dihubungi, katanya Erawati kejebak kebakaran. Video call-nya sampai setengah jam," kenang Suyono saat kami temui di rumahnya. Suasana saat itu mencekam. Dari layar ponsel, Erawati terlihat sudah kepayahan. "Dia bilang sudah nggak kuat. Asapnya banyak banget," ujar Suyono, menirukan adiknya.
Yang membuat pilu, di tengah kepungan bahaya, Erawati masih sempat menyampaikan permintaan maaf.
Menurut penuturannya, di dalam apartemen itu hanya bertiga: Erawati, bayi, dan orang tua majikannya. "Bayinya kelihatan nempel terus, nggak mau lepas dari Erawati," tambahnya. Setelah 30 menit percakapan yang mencekam itu, sambungan terputus. Keluarga berusaha menghubungi kembali. Teleponnya masih nyambung, tapi tak ada lagi jawaban.
Dua hari kemudian, kabar buruk itu akhirnya tiba. Jumat sore, sekitar pukul tiga, pihak KJRI Hong Kong menghubungi Polsek Dampit. Berita itu kemudian disampaikan ke keluarga: Erawati menjadi salah satu korban.
Artikel Terkait
Gaji Guru Kalah dari Tukang Cuci Piring: Prioritas Negara yang Tumpul
Depresi Usai Dipalak Miliaran, Ibu Rumah Tangga Loncat dari Kapal Feri
Forum Advokasi Soroti KUHP Baru dan Kasus Ijazah Palsu di Tengah Gelombang Kriminalisasi
Coki Pardede dan Malam Kelam yang Berujung Rehabilitasi