Jakarta - Konflik global yang belum reda memaksa banyak negara berpikir ulang soal ketahanan energi. Indonesia pun tak mau tinggal diam. Pemerintah baru saja mengumumkan rencana kebijakan yang cukup radikal: skema kerja dari mana saja atau Work from Anywhere (WFA) untuk ASN, ditambah opsi sekolah online. Targetnya, kebijakan ini mulai berlaku April 2026 nanti. Intinya, semua ini untuk menghemat BBM.
Menurut Menko PMK Pratikno, langkah efisiensi energi ini harus dirancang dengan hati-hati. Ia menekankan pentingnya responsif dan berbasis data, sambil belajar dari pengaturan mobilitas saat pandemi Covid-19 dulu. Yang jelas, proses belajar mengajar dan pelayanan publik lainnya tidak boleh sampai terganggu.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,”
ujar Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Nah, dalam rapat yang digelar akhir pekan lalu, setidaknya ada lima strategi utama yang disepakati. Pertama, ya tentu saja, penerapan kerja fleksibel dan WFA bagi para ASN. Kemudian, pemanfaatan platform digital akan dikuatkan agar kerja tetap efektif meski dari jarak jauh.
Mobilitas untuk perjalanan dinas juga bakal dibatasi. Gedung-gedung perkantoran pemerintah wajib menerapkan strategi penghematan energi dalam operasionalnya. Yang menarik, metode pembelajaran baik daring maupun luring akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran atau kuliahnya.
Artikel Terkait
Jalur Kalimalang Sepi di Siang Bolong, Arus Mudik Motor Belum Meningkat
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tasikmalaya Capai 35.000 Kendaraan dalam Dua Hari