Tulisannya dalam bahasa Jawa, kira-kira artinya: “Yang mau menyapa, klakson saja dua kali. Aku gak gampang kaget tapi gampang ngantuk. Tangerang-Brebes.”
Sebuah cara yang jujur dan blak-blakan untuk menjaga keselamatan di tengah arus mudik yang padat.
Perjalanan mereka terhitung lancar. Berangkat dari Tangerang sekitar setengah enam pagi, dalam sepuluh jam mereka sudah sampai di Cirebon. Macet berarti cuma mereka temui di daerah Kalimalang, itu pun karena bersinggungan dengan arus orang yang berangkat kerja.
Meski capek, Sudarmono mengaku tak kapok. Malah, dia sudah berencana untuk kembali mudik pakai motor tahun depan. Bagi dia dan banyak pemudik lainnya, lelah di jalan sepertinya tak ada apa-apanya dibandingkan hangatnya suasana berkumpul keluarga di kampung halaman.
Artikel Terkait
Roy Suryo Klaim Surat Perintah di Balik Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Rusia Usai Dugaan Serangan
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi