Anggota DPR Sebut Penyiraman Aktivis KontraS sebagai Serangan Terhadap Demokrasi

- Senin, 16 Maret 2026 | 09:50 WIB
Anggota DPR Sebut Penyiraman Aktivis KontraS sebagai Serangan Terhadap Demokrasi

JAKARTA Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, bukanlah peristiwa biasa. Menurut anggota Komisi XIII DPR, Mafirion, aksi itu lebih dari sekadar kriminalitas. Ini adalah teror yang menyerang jantung kebebasan sipil dan demokrasi kita.

Dalam pernyataannya yang diterima Senin (16/3/2026), Mafirion bersuara lantang.

Begitu tegasnya. Dia melihat peran aktivis sebagai pilar kontrol sosial, pengawas kekuasaan, dan penyambung lidah publik. Nah, ketika mereka diserang, suara kritis rakyatlah yang sebenarnya dibungkam.

Mafirion tak main-main. Dia menilai tindakan ini sebagai pelanggaran HAM yang serius. Hak atas rasa aman, integritas fisik, dan kebebasan berekspresi semua yang dilindungi konstitusi ternyata bisa begitu rapuh.

Kalau serangan seperti ini dibiarkan, pesannya jelas dan berbahaya: siapa pun yang vokal bisa jadi sasaran kekerasan. Makanya, Mafirion mendesak aparat untuk mengusut tuntas. Dia juga menduga kuat ada aktor intelektual di balik layar. Selain itu, negara harus memberi perlindungan maksimal pada para pembela HAM. Proses penyidikan, katanya, harus transparan agar keadilan benar-benar dirasakan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar