Harga Telur Ayam di Jabar Turun Usai Kesepakatan Produsen dan Distributor

- Senin, 16 Maret 2026 | 08:20 WIB
Harga Telur Ayam di Jabar Turun Usai Kesepakatan Produsen dan Distributor

Lonjakan ini tentu bikin resah. Secara statistik, telur ayam ras memang memberi tekanan inflasi. Data BPS Februari 2026 mencatat inflasi tahunan komoditas ini mencapai 5,79 persen, menyumbang 0,06 persen terhadap inflasi umum. Angka yang cukup signifikan untuk barang kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, ada cerita lain yang muncul. Kenaikan harga di hulu ternyata membawa dampak positif bagi peternak. Nilai Tukar Petani subsektor peternakan naik jadi 103,62, dan indeks harga yang diterima peternak unggas melesat ke 133,63 posisi tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Jadi, ada sisi kesejahteraan yang ikut terdongkrak.

Sementara itu, dari tingkat kebijakan, suara tegas datang dari Menteri Pertanian yang juga Kepala Bapanas, Amran Sulaiman. Ia menegaskan stok telur nasional sebenarnya surplus, bahkan sampai bisa diekspor.

"Jadi aku minta tidak ada alasan harga naik di masyarakat. Kalau sampai ada kenaikan, aku minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," tegas Amran.

Pesan itu jelas: surplus stok seharusnya jadi penjaga kestabilan harga. Tinggal sekarang, implementasi di lapangan yang akan membuktikan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar