Namun begitu, panggung Cahaya Hati Awards 2026 bukan hanya milik korporasi. Para kepala daerah yang berprestasi juga mendapat tempat. Sebut saja Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, yang dinilai sebagai Kepala Daerah Pendukung Syiar Islam.
Bagi Fadhil, penghargaan ini sama sekali bukan garis finis. Justru sebaliknya.
Komitmennya cukup konkret. Dengan populasi muslim yang hampir mencapai 100 persen di daerahnya, ia mendorong berbagai kegiatan keagamaan yang relevan dengan zaman. Dari mengangkat guru ngaji untuk pondasi anak-anak, hingga menciptakan aktivitas keislaman yang disukai anak muda lewat seni dan kegembiraan.
Di sisi lain, cerita inspiratif justru datang dari akar rumput. Azizul Husni Mubarok, founder Mr. Brow Peduli dari Tasikmalaya, membuktikan bahwa aksi sosial berkelanjutan bisa dilakukan siapa saja. Selama lima tahun, organisasinya rutin berbagi, mulai dari dukungan UMKM hingga santunan anak yatim.
Ambisi mereka bahkan melampaui batas kota. Aziz dan tim sedang giat membina UMKM lokal Tasikmalaya agar produknya bisa menembus pasar global seperti Dubai, Eropa, dan Amerika. Sebuah mimpi besar yang dimulai dari kepedulian kecil.
Pada akhirnya, malam itu bukan tentang siapa yang menang. Tapi tentang bagaimana setiap kebaikan, sekecil apapun, punya cahayanya sendiri. Dan cahaya-cahaya itulah yang coba dikumpulkan dalam satu panggung, agar semakin terang menerangi sekelilingnya.
Artikel Terkait
Sandy Walsh Cetak Gol, Buriram United Hajar Chonburi FC 5-0
Tim SAR Temukan Tujuh Awak Kapal Gandha Nusantara 17 Selamat di Maluku Utara
Jasa Tirta II Pastikan Pasokan Air Aman Selama Mudik Lebaran
Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Tol Keluar Jakarta