Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Tol Keluar Jakarta

- Minggu, 15 Maret 2026 | 22:20 WIB
Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Tol Keluar Jakarta

Minggu kemarin, suasana di sejumlah ruas tol keluar Jakarta sudah mulai berubah. Tepat di H-5 Lebaran, arus kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek terasa makin padat, terutama yang menuju Bandara Soekarno-Hatta dan pelabuhan Merak. Ini bukan sekadar perasaan, datanya pun sudah keluar.

Widiyatmiko Nursejati, Senior General Manager di Jasamarga, membenarkan hal itu. Dari pantauan di Gerbang Tol Cengkareng yang mengarah ke bandara, volume kendaraan memang naik.

"Volume lalu lintas transaksi di GT Cengkareng arah Bandara International Soekarno-Hatta mengalami peningkatan, tercatat sebanyak 75.362 kendaraan melintas atau naik 3,45 persen dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 72.847 kendaraan," jelas Widiyatmiko, Minggu (15/3/2026).

Angka kenaikannya memang tidak drastis, sekitar 3,45 persen di atas kondisi biasa. Tapi ini jelas pertanda. Orang-orang mulai bergerak.

Ke arah barat, ceritanya mirip. Menuju Merak via Gerbang Tol Cikupa, lalu lintas juga bertambah sekitar 3,23 persen. Sekitar 52 ribu lebih kendaraan tercatat melintas di hari yang sama.

Namun begitu, ada satu rute yang justru sepi dari biasanya. Arah Puncak, Bogor. Melalui GT Ciawi 1, volume kendaraan malah turun signifikan, sampai 10,27 persen. Mungkin, untuk destinasi wisata seperti ini, waktunya memang belum tepat. Pemudik masih fokus ke kampung halaman atau bandara dulu.

Jasa Marga sendiri memperkirakan, puncak kepadatan baru akan terjadi beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026. Mereka pun mengingatkan para pemudik untuk mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum berangkat.

"Dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan," pesan Widiyatmiko.

Nah, buat yang belum berangkat, persiapan ekstra memang perlu. Lalu lintas baru saja mulai menggeliat, dan puncaknya masih menanti di depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar