Anggota DPRD Bangkalan Tak Kuasa Tahan Senyum Saat Orator Demo Ternyata Anak Kandung

- Jumat, 22 Mei 2026 | 21:40 WIB
Anggota DPRD Bangkalan Tak Kuasa Tahan Senyum Saat Orator Demo Ternyata Anak Kandung

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Mohammad Syukur, tak kuasa menahan senyum saat menemui aksi demonstrasi mahasiswa di depan kantor DPRD setempat. Pasalnya, salah satu orator yang berdiri di atas mobil pengeras suara dan menyampaikan aspirasi dengan lantang itu tak lain adalah putra kandungnya sendiri.

Peristiwa unik tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, dan baru terkuak setelah video momen kebersamaan itu beredar luas. Dalam rekaman yang dilihat pada Jumat, 22 Mei 2026, tampak seorang mahasiswa berorasi dengan penuh semangat. Di sisi lain, seorang anggota dewan yang mengenakan kemeja kuning kunyit terlihat tersenyum, menahan tawa di tengah riuhnya aksi unjuk rasa.

Mohammad Syukur, politikus dari Partai NasDem, mengaku awalnya tidak menyadari bahwa salah satu demonstran adalah anaknya. Ia baru mengetahui fakta tersebut setelah putranya naik ke atas mobil sound system untuk bergantian berorasi.

“Kalau nggak salah demonya hari Senin (18/5). Waktu itu saya ikut menemui pendemo di belakang ketua DPRD Bangkalan. Tapi tidak tahu kalau anak saya mau berorasi,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (22/5).

Suasana di lokasi demonstrasi pun berubah menjadi ramai ketika mahasiswa lain menyadari momen langka tersebut. Syukur mengaku menjadi sasaran candaan dari rekan-rekannya sesama anggota DPRD. Gurauan yang terus mengalir membuatnya memilih untuk masuk ke dalam gedung agar tidak mengganggu konsentrasi putranya yang tengah menyampaikan orasi.

“Memang saya tak bisa menahan senyum karena gojlokan (bercandaan) teman anggota lainnya. Sampai saya memilih masuk biar tidak mengganggu konsentrasi anak saya yang berorasi,” bebernya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar