Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz

- Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB
Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz

Di sisi lain, nasib minyak tak kalah suram. Produksi harian global anjlok sekitar 10 persen karena gangguan dari kawasan Teluk. Upaya mencari rute alternatif, seperti lewat terminal Yanbu milik Arab Saudi di Laut Merah, ternyata belum mampu menutupi kekosongan dari Selat Hormuz. Kapasitasnya tak sebanding.

Dari segi nominal, Arab Saudi memang menanggung kerugian terbesar. Tapi kalau dilihat dari dampak terhadap keuangan pemerintah, Irak-lah yang paling terpukul.

Negeri itu sangat bergantung pada uang dari minyak. Berbeda dengan Kuwait atau Arab Saudi yang punya bantalan cadangan kekayaan yang tebal, Irak jauh lebih rentan. Pukulan ini terasa sangat berat bagi Baghdad.

Jadi, selain konflik bersenjata, perang ekonomi juga sedang berlangsung. Dan korban pertamanya adalah pendapatan negara yang menguap miliaran dolar per hari.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar