Bocorannya sudah mulai berhembus: pemerintah AS dikabarkan sedang memikirkan cara untuk menekan harga minyak yang melonjak. Tapi, rencana itu dapat menuai masalah besar. Peringatan keras justru datang dari dalam negeri sendiri, tepatnya dari pimpinan bursa derivatif terkemuka.
Terry Duffy, sang CEO CME Group, tidak main-main dengan peringatannya. Dalam sebuah konferensi di Boca Raton, Florida, dia menyuarakan keprihatinan yang mendalam. CME Group, bagi yang belum tahu, adalah operator bursa minyak berjangka utama di Amerika.
"Pasar tidak menyukai ketika pemerintah campur tangan dalam penetapan harga,"
Ucap Duffy tegas. Menurutnya, langkah intervensi semacam itu berisiko menggerogoti kepercayaan investor. Dan kalau kepercayaan itu hilang? Bisa berujung pada bencana ekonomi yang skalanya tidak main-main.
Artikel Terkait
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti
Polisi Dugaan Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Lebih dari Dua Orang