Jakarta Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, sebuah taman baru hadir di Kebayoran Baru. Taman Bendera Pusaka namanya, dan diresmikan Sabtu lalu, 14 Maret 2026. Yang langsung menarik perhatian adalah patung Fatmawati yang berdiri anggun di sana. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung dan menegaskan bahwa patung ini bukan sekadar hiasan.
“Seperti kita ketahui taman ini ada patung Ibu Fatmawati, karena bendera pusaka itu dibuat, dijahit oleh Ibu Fatmawati. Pematungnya adalah Pak Teguh. Beliau yang mematung, kemudian arsitekturnya adalah Pak Yori Antar,” ujar Pramono Anung di lokasi peresmian.
Bagi Pramono, kehadiran patung itu adalah simbol. Sebuah penghormatan mendalam pada sejarah perjuangan bangsa, khususnya untuk mengingatkan generasi muda yang sering nongkrong di ruang publik.
“Dengan menempatkan patung Fatmawati di area taman bendera pusaka ini, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa negara yang semua orang tahu bahwa beliau lah yang menjahit bendera pusaka ini,” jelasnya.
Ada satu detail menarik yang diungkapkannya. Rupanya, patung tersebut menggambarkan Fatmawati dalam kondisi mengandung putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra. “Dan saya juga baru tahu, patungnya Ibu dibuat dalam kondisi Ibu Fatmawati sedang hamil Mas Guntur. Nanti Ibu bisa merekam bagaimana bentuk patung Ibu Fatmawati yang sedang hamil Mas Guntur,” lanjut Pramono.
Peran Fatmawati memang tak kecil. Dialah yang menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih, yang pertama kali berkibar saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Bendera itu bukan sekadar kain. Ia adalah identitas nasional, lambang kedaulatan negara kita.
Artikel Terkait
Menteri Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Stok Pangan dan BBM Nasional
BMKG Siapkan Layanan Prakiraan Cuaca Khusus Mudik Lebaran 2026
Arus Mudik di Simpang Ajibarang Masih Lengang, Puncak Diprediksi Kamis
Mensos Gus Ipul Tegaskan Data Akurat Kunci Utama Bansos Tepat Sasaran