Aturan Mudik: Istirahat 30 Menit Setiap 4 Jam Berkendara demi Keselamatan

- Minggu, 15 Maret 2026 | 11:00 WIB
Aturan Mudik: Istirahat 30 Menit Setiap 4 Jam Berkendara demi Keselamatan

Mudik dengan kendaraan pribadi? Siapkan fisik dan mental sekuat tenaga. Perjalanan panjang menuju kampung halaman bukan cuma soal jarak, tapi juga soal ketahanan di belakang kemudi selama berjam-jam.

Nah, biar kondisi tubuh tetap prima, kuncinya satu: jangan sungkan untuk berhenti. Pengemudi disarankan untuk istirahat secara berkala. Idealnya, setiap empat jam berkendara, ambil waktu jeda minimal setengah jam. Aturan ini bukan sekadar saran, lho. Ini sudah diatur dalam UU Lalu Lintas, tepatnya Pasal 90. Disebutkan dengan jelas, pengemudi wajib beristirahat minimal 30 menit setelah menyetir selama empat jam berturut-turut.

Di sisi lain, aturan itu juga menetapkan batas maksimal kerja pengemudi: delapan jam sehari. Meski begitu, dalam kondisi tertentu durasinya bisa diperpanjang sampai 12 jam, asalkan waktu istirahat tetap diambil. Intinya, jangan dipaksakan.

Keselamatan adalah Prioritas Utama

Anjuran istirahat empat jam ini juga dibenarkan oleh Rifat Sungkar, pembalap nasional yang juga dikenal sebagai praktisi safety driving. Menurut dia, bahkan bisa lebih cepat dari itu kalau tubuh sudah memberi sinyal.

"Kalau berkendara terus dan tidak berhenti, sebaiknya maksimal tiga jam," kata Rifat.

Ia membeberkan, kemampuan menyetir tanpa henti selama tiga atau empat jam sangat bergantung pada kondisi fisik si pengemudi. Tubuh yang sehat dan bugar jelas berdampak besar pada tingkat konsentrasi di jalan. Sebaliknya, kelelahan bisa bikin fokus buyar dan ujung-ujungnya membahayakan keselamatan semua orang di dalam mobil.

"Ketika melakukan perjalanan jauh dengan mobil jangan berpikir untuk cepat sampai. Itu salah, kita harus berpikir selamat, bukan cepat sampai. Sepanjang perjalanan harus bisa menikmati proses berkendaranya," terangnya.

Selama di perjalanan, manfaatkan saja fasilitas yang ada. Rest area di tol atau posko mudik yang bertebaran bisa jadi tempat singgah yang tepat. Satu tips lagi, untuk perjalanan jarak jauh, usahakan ada dua orang yang bisa menyetir. Dengan begitu, kalau yang satu mulai lelah, bisa bergantian.

"Triknya, saat yang satu mengemudi terutama di siang hari maka yang satu lagi diusahakan tidur. Tidak usah lama-lama, cukup setengah jam sampai satu jam untuk restart body," pungkas Rifat.

Jadi, ingat selalu. Mudik itu tentang sampai dengan selamat, bukan tentang memecahkan rekor kecepatan. Nikmati prosesnya, dengarkan tubuh, dan pastikan setiap istirahat adalah investasi untuk keselamatan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar