WASHINGTON Lewat unggahan di Truth Social, mantan Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang cukup menggegerkan. Dia bilang, banyak negara bakal mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Tujuannya jelas: menjaga agar jalur transportasi laut di sana tetap lancar. Trump, khas gayanya, tak merinci negara mana saja yang dimaksud.
Menurutnya, negara-negara yang paling terdampak jika Iran menutup selat itu, akan bergabung dengan Amerika. Mereka akan bekerja sama untuk menjamin keamanan dan keterbukaan Selat Hormuz. Trump tampaknya ingin membentuk semacam koalisi internasional untuk urusan ini.
Tak berhenti di situ, dia juga menyebut harapannya agar China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris turut serta. Kontribusi apa? Ya, mengirim armada mereka tentunya.
Namun begitu, pernyataan Trump ini diwarnai klaim yang cukup kontras. Di satu sisi, dia dengan yakin mengatakan bahwa militer AS sudah "menghancurkan sepenuhnya" kemampuan militer Iran. Tapi di sisi lain, dia mengakui bahwa Iran masih punya sisa kekuatan. Mereka masih bisa meluncurkan drone kamikaze, menebar ranjau, atau melontarkan rudal jarak dekat di perairan strategis tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Dugaan Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Lebih dari Dua Orang
Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz
Lebaran 2026: 459.570 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Puncak Arus Mudik Masih Menanti
Michael Bloomberg Kembali Jadi Filantrop AS Terbesar dengan Sumbangan Rp72 Triliun