Semua koordinasi teknis dan operasional ini diatur oleh PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Perusahaan inilah yang bertugas mengelola infrastruktur konektivitas TelkomGroup, memastikan semua bagian bergerak seirama.
Nah, proyeksi kenaikan trafiknya sendiri cukup signifikan. Untuk fixed broadband, TelkomGroup memprediksi kenaikan sekitar 9,2 persen. Angkanya diperkirakan bisa menyentuh 30,3 Tbps. Lonjakan yang tidak main-main.
Namun begitu, mereka klaim sudah siap. Melalui InfraNexia, kapasitas jaringan yang disiapkan mencapai 60,7 Tbps angka yang jauh di atas proyeksi. Dengan buffer sebesar itu, infrastruktur diharapkan mampu mengakomodasi puncak trafik tanpa mengurangi keandalan layanan.
Bagaimana dengan jaringan seluler? Di sisi mobile broadband, puncak payload nasional diproyeksikan naik sekitar 11,1 persen dibanding hari biasa, menjadi sekitar 70,85 PB. Untuk mengantisipasinya, kesiapan jaringan juga diperkuat. Lebih dari 229 ribu BTS telah disiapkan, dengan cakupan yang diklaim menjangkau 97 persen wilayah Indonesia.
Jadi, saat nanti kita semua saling mengucap selamat lewat video call, atau membagikan momen takbir, ada ribuan orang yang bekerja keras di belakangnya. Mereka memastikan setiap pesan dan ucapan kita tersampaikan tanpa terputus.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok
Cristiano Ronaldo Jalani Perawatan Khusus di Madrid untuk Pulih dari Cedera Serius