Menperin Soroti Potensi Besar Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Global

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:00 WIB
Menperin Soroti Potensi Besar Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Global

“Potensi tersebut turut diperkuat oleh capaian Indonesia, yang berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 berhasil menduduki peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion,” kata Reni.

Kolaborasi dan Momentum Halal

Ada angin segar lain yang berhembus. Mulai Oktober 2026, sertifikasi halal akan berlaku wajib untuk barang gunaan, termasuk produk fesyen. Ini bisa jadi momentum strategis. Kebijakan ini bukan cuma soal jaminan kualitas dan keamanan, tapi juga nilai tambah di mata konsumen global.

Sebagai negara yang menerapkan sertifikasi halal secara komprehensif, produk Indonesia punya diferensiasi yang unik. Standar halal yang terintegrasi ini membuka peluang lebih lebar untuk menembus pasar negara berpenduduk muslim besar, bahkan pasar global yang kini mementingkan aspek etika dan keberlanjutan.

“Melalui sinergi kebijakan industri, inovasi desain, serta penerapan sertifikasi halal sebagai standar mutu global, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat modest fashion dunia sekaligus meningkatkan kontribusi industri fesyen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspor nonmigas,” ujar Dirjen IKMA.

Reni menegaskan, kolaborasi adalah kunci. Dia mengajak semua pihak, dari asosiasi, pelaku usaha, desainer, hingga influencer dan marketplace, untuk bersinergi.

“Perkembangan industri modest fashion tidak lepas dari peran berbagai pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh stakeholder baik asosiasi, industri tekstil, pelaku usaha, desainer, akademisi, influencer, marketplace hingga konsumen untuk dapat mewujudkan industri modest fashion yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tuturnya.

Dia juga memberi apresiasi untuk event seperti Ramadan Runway yang digelar APPMI, yang kini sudah memasuki tahun ke-14. Event semacam ini dianggap vital untuk memperkuat ekosistem.

Budi Setiawan, Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, punya pandangan menarik. Bulan Ramadan, katanya, bukan cuma waktu untuk ibadah dan refleksi. Tapi juga momentum penggerak ekonomi kreatif.

“Diharapkan acara ini mampu menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta modest fashion untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menginspirasi gaya berbusana yang santun, berkarakter, dan tetap mengikuti perkembangan tren modern,” kata Budi.

Jadi, jalan menuju pusat modest fashion dunia masih panjang. Tapi dengan semua potensi dan langkah strategis yang mulai diambil, peluang itu bukan lagi sekadar impian.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar