“Kita siagakan lagi dua kargo yang masuk tanggal 28 Maret. Lalu, berturut-turut pada 4 April dan 8 April akan ada kargo tambahan lagi,” jelasnya.
Di sisi lain, kabar baik juga datang dari pasokan solar. Menurut Bahlil, kebutuhan solar dalam negeri sekarang sepenuhnya bisa dipenuhi dari produksi lokal. Keberhasilan ini tak lepas dari operasional RDMP di Kilang Balikpapan yang berjalan efektif.
“Alhamdulillah, solar kita sudah aman. RDMP Balikpapan itu membantu banget mengurangi ketergantungan impor,” katanya.
Lalu bagaimana dengan minyak mentah? Ternyata, sekitar 20 persen impor minyak kita sebelumnya juga dari Timur Tengah. Tapi tenang, pemerintah klaim sudah punya cadangan pemasok dari negara lain. Memang, pengiriman dari AS lebih lama bisa sampai 40 hari, dibandingkan dari Timur Tengah yang cuma tiga minggu. Tapi dengan kontrak jangka panjang, setidaknya kepastian pasokan lebih terjamin.
Jadi, intinya pemerintah berusaha keras agar dinamika di kancah global tidak sampai menggoyah stok energi dalam negeri. Mereka mengaku terus memantau dan menyiapkan skenario cadangan. Semoga saja rencana ini berjalan mulus.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
Menteri ESDM Ungkap Dua Kapal Minyak RI Nyaris Ditarik Kembali Trader
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat