Bagi Prabowo, ini soal hidup mati bangsa. Kekayaan negara yang dikelola BUMN diibaratkannya sebagai 'darah' yang menopang kehidupan. Kalau sampai bocor atau disalahgunakan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” kata dia.
Di sisi lain, dia tak menampik tantangan yang ada. Mengelola aset negara di tengah situasi global yang serba tak pasti jelas bukan pekerjaan mudah. Tapi nada optimisme tetap terdengar kuat dalam pidatonya. Prabowo mengajak semua pihak untuk bersatu padu, bekerja keras, dan melihat krisis sebagai sebuah peluang.
“Masa depan kita kuat, masa depan kita cerah,” ajaknya. “Krisis kita hadapi dengan gagah, krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras.”
Pesan itu menggema di ruangan, mengakhiri peringatan satu tahun Danantara dengan sebuah amanat sekaligus peringatan yang berat.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
Bank Muamalat Siapkan Rp879 Miliar Uang Tunai untuk Ramadan dan Lebaran 2026
BPH Migas Pastikan Stok LPG Aman untuk Ramadan dan Lebaran
Kementan Gandeng BRIN dan Kampus, Uji Coba Alat Panjat Kelapa hingga Traktor Terapung