Tapi, nada suaranya kemudian berubah lebih tegas. "Mereka tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang," tegas pemain yang tiga kali menjuarai Liga Italia ini. Pernyataannya itu seperti menusuk langsung ke jantung ambisi atau tepatnya, kurangnya ambisi dari manajemen Sassuolo.
Di sisi lain, pernyataan Matri sepertinya dapat konfirmasi dari dalam klub sendiri. CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, sudah mulai bicara soal rencana jual-beli pemain musim panas nanti.
“Musim masih berlangsung, tapi kami sudah mulai bergerak di bursa transfer. Kami akan menjual beberapa pemain,” kata Carnevali.
Ia menambahkan, “Kami sudah bisa memperkirakan siapa saja yang mungkin hengkang. Namun, itu semua tergantung kepada harga yang kami tawarkan dan seberapa besar klub pengincar memberikan penawaran.”
Jadi, sinyalnya sudah jelas. Nama-nama seperti Jay Idzes dan Tarik Muharemovic dikabarkan berpotensi besar angkat kaki. Sassuolo memang terlihat konsisten dengan jalur yang sudah mereka pilih: bertahan dengan menjadi penjual bakat, ketimbang berinvestasi besar untuk mengejar prestasi papan atas. Sebuah pilihan yang sah, meski bagi sebagian fans, mungkin terasa sedikit pahit.
Artikel Terkait
InJourney Targetkan Konsolidasi 106 Hotel BUMN dalam Satu Payung
Persib Jaga Momentum Tak Terkalahkan Hadapi Borneo di Puncak Klasemen
Prabowo Ingatkan Pengelola Danantara Jaga Amanah Aset Rp 16.000 Triliun
InJourney Airports Siapkan 37 Bandara Hadapi Lonjakan 9 Juta Pemudik Udara Lebaran 2026