Ketegangan di Timur Tengah makin menjadi-jadi. Pemicunya? Perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang akhirnya pecah. Situasi yang mencekam ini memaksa pemerintah Jerman mengambil langkah tegas: mereka mulai mengevakuasi diplomat-diplomatnya dari Irak.
Langkah itu diambil setelah penilaian risiko di lapangan dinilai terlalu tinggi. "Mengingat penilaian risiko di lapangan, Menteri Luar Negeri (Johann) Wadephul telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi personel kami di Irak," ujar seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Jerman, seperti dikutip AFP pada Kamis (12/3/2026).
Rupanya, staf konsulat mereka di Erbil sudah lebih dulu dipindahkan sementara keluar dari Irak.
Tak cuma di Erbil. Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara kementerian mengonfirmasi bahwa personel dari Baghdad juga ditarik. Alasannya jelas: ancaman yang terus membayangi kawasan itu.
Sebelumnya, Jerman juga sudah memindahkan staf kedutaannya di Teheran ke suatu tempat rahasia. Semua ini dilakukan demi satu hal. "Keselamatan karyawan kami adalah prioritas utama kami dan oleh karena itu terus-menerus dibahas oleh tim manajemen krisis pemerintah Jerman," tegas pernyataan resmi mereka.
Perang ini sendiri berawal dari serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu ibarat memantik bara dalam sekam, memicu gelombang balasan dari Iran berupa rudal dan drone yang menghujani kawasan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 22 Ramadan 1447 H untuk Medan, Kamis 12 Maret 2026
KPK Periksa Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS Raksasa 100 Gigawatt untuk Kurangi Ketergantungan Diesel
Israel Umumkan Gelombang Serangan Skala Besar ke Teheran