Jakarta Selatan sore itu terasa hangat, meski langit mulai menggelap. Di Lapangan Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam acara buka puasa bersama yang mempertemukan jajaran TNI dan Polri. Dalam kesempatan itu, dia tak lupa menekankan satu hal: sinergi antara kedua lembaga dan seluruh elemen bangsa mutlak dijaga.
Menurut Sigit, soliditas TNI, Polri, bersama lapisan masyarakat adalah kunci utama. Kunci untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah segala tantangan dan dinamika dalam negeri yang terus bergulir.
"Oleh karena itu, ke depan, kita harus terus menjaga soliditas dan sinergitas itu," ucap Sigit, Rabu (11/3/2026).
"Agar TNI-Polri betul-betul bisa menjalankan amanah, menghadapi dinamika global beserta dampaknya, termasuk ancaman yang mungkin merembes ke situasi dalam negeri."
Pesan Presiden Prabowo Subianto pun dia ingatkan. Sang Presiden, kata Sigit, berkali-kali menegaskan pentingnya kesatuan antara TNI dan Polri.
"Bapak Presiden selalu menyampaikan dalam pidatonya, TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi. Beliau menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan," katanya.
Dia menuturkan, konflik global yang terjadi dewasa ini, khususnya di Timur Tengah, berpotensi memicu dinamika di dalam negeri. Karena itulah, pesan Presiden tadi harus benar-benar dipegang teguh dan dilaksanakan.
Artikel Terkait
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah