"Beliau selalu sampaikan, TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat. Itu berkali-kali beliau sampaikan," tutur Sigit.
"Itu adalah amanah dari panglima tertinggi kita. Amanah yang harus kita laksanakan sebaik-baiknya, sebagaimana sumpah kita saat pertama kali mengabdi."
Pada hakikatnya, TNI dan Polri adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Tujuannya jelas: menjaga pertahanan dan keamanan NKRI. Hanya dengan cara itu situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud.
"Ini yang harus terus kita jaga," ujarnya. "Kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat itu menjadi satu kesatuan untuk menjaga bumi tercinta kita. Ini modal dasar bagi negara, bagi bangsa, untuk membangun. Karena syarat utama pembangunan kan stabilitas keamanan, stabilitas Kamtibmas."
Di sisi lain, selain soal sinergi, Sigit juga menekankan nilai persatuan dan kesatuan. Dia yakin, dengan pondasi itu, Indonesia akan sanggup menghadapi bentuk tantangan apapun.
"Artinya, kalau sekarang kita melakukan hal yang sama, semua elemen bangsa solid dan kompak, maka apapun yang kita hadapi... kita akan sanggup melewatinya," ucapnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah