Persiapan mudik Lebaran 2026 sudah mulai digaungkan. Dalam sebuah diskusi daring yang digelar Forum Diskisi Denpasar 12, Rabu (11/3), Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie menekankan satu hal: keamanan dan kenyamanan pemudik harus jadi prioritas utama. Baginya, ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan bagian dari upaya perlindungan bagi setiap warga negara.
"Semua pihak terkait wajib memastikan sarana dan prasarana transportasi benar-benar siap," tegas Rerie dalam keterangan tertulisnya. Tujuannya jelas, untuk mewujudkan perlindungan optimal selama libur panjang nanti.
Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang memulai persiapan lebih awal. Kebijakan work from anywhere bagi ASN, misalnya, dinilainya bisa memberi fleksibilitas waktu bagi para pemudik. Harapannya, perjalanan tahun depan bisa lebih baik dibanding tahun lalu.
Namun begitu, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI ini mengingatkan agar kewaspadaan tak boleh kendor. Dampak krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem, kata dia, harus jadi pertimbangan serius. Pada akhirnya, mewujudkan mudik yang lancar adalah tanggung jawab kolektif, melibatkan pemerintah, operator, dan tentu saja masyarakat sendiri.
Dari sisi operator kereta api, persiapan teknis telah berjalan. Awan Hermawan Purwadinata, Direktur Operasi PT KAI, mengungkapkan masa mudik tahun depan diproyeksikan berlangsung 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
"Seluruh kereta dan kelengkapannya kami siapkan agar operasional berjalan optimal," ujar Awan.
Dia memprediksi ada kenaikan frekuensi perjalanan sekitar 2,1% dibanding tahun 2025. Kapasitas angkutnya pun naik signifikan, mencapai 5,4%. Yang menarik, PT KAI kembali menyelenggarakan program mudik gratis, khususnya untuk mengakomodasi pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor.
Program serupa rupanya mendapat sambutan positif dari kepolisian. Brigjen Pol. Faizal, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, mengaku telah melakukan pengecekan kesiapan sejumlah jalur utama.
"Pelaksanaan tahun lalu cukup bagus. Tapi kita harus bisa lebih baik lagi," katanya.
Faizal tak menampik bahwa angka kecelakaan masih didominasi kendaraan roda dua. Karena itulah, ia sangat berterima kasih pada inisiatif mudik gratis seperti yang dijalankan PT KAI. Menurutnya, program semacam itu terbukti membantu menekan angka kecelakaan.
"Kunci utamanya adalah sinergi. Koordinasi semua pihak mutlak diperlukan," tegas Faizal.
Di sektor pelabuhan, persiapan juga tampak matang. Prasetyadi, Direktur Operasi PT Pelindo, menyebut telah terjadi peningkatan pengangkutan barang jelang Lebaran. Untuk mengatasi kemacetan, mereka menerapkan traffic and capacity management.
Artikel Terkait
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah