Sebelum serius memikirkan perpanjangan jalur kereta cepat ke Surabaya, bahkan mungkin hingga Banyuwangi, pemerintah punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dulu. Utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) harus dibereskan. Itulah prioritas utama saat ini.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Rabu lalu. Menurutnya, proses penyelesaian utang ini berjalan beriringan dengan upaya restrukturisasi keuangan badan usaha kereta cepat tersebut.
"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata AHY.
"Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," lanjutnya.
Pembahasan soal ini sudah melibatkan sejumlah pihak kunci. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara, Rosan Roeslani, termasuk di dalamnya. Pemangku kepentingan lain juga turut serta.
Nah, soal rencana perpanjangan jalur itu sendiri, kajiannya masih terus berjalan. AHY menyebut Kementerian Perhubungan dan PT KAI terlibat aktif. Tujuannya jelas: agar manfaatnya nanti benar-benar efektif untuk masyarakat.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kemenhaj Siapkan Dua Skenario Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Stellantis Terbitkan Obligasi Hybrid Rp97,9 Triliun untuk Kuatkan Likuiditas
Persiapan Mudik Lebaran 2026 Dimulai, Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas