Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan

- Rabu, 11 Maret 2026 | 15:15 WIB
Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan

Dalam uji kelayakan di hadapan Komisi XI DPR, Rabu lalu, calon komisioner OJK Agus Sugiarto tak menampik bahwa industri jasa keuangan kita masih punya pekerjaan rumah yang berat. Tantangannya berlapis, mulai dari soal regulasi hingga ancaman di dunia digital yang kian nyata.

Menurut Agus, ada ketimpangan pengaturan antar sektor. Yang juga mengkhawatirkan adalah risiko operasional, seperti kecurangan internal dan serangan siber yang makin canggih. "Ancaman cyber seperti phishing, skimming, social engineering, dan pencurian data semakin meningkat dan harus menjadi prioritas untuk ditangani," tegasnya.

Persoalan lain datang dari pasar modal. Agus menyoroti aturan free float yang menurutnya berdampak langsung pada likuiditas pasar. Tapi mungkin yang paling mendasar adalah soal pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan itu sendiri.

Di sisi lain, data yang ia paparkan cukup mencengangkan. Tingkat inklusi keuangan memang sudah menyentuh angka 80 persen. Tapi literasinya? Hanya sekitar 66 persen.

"Artinya masih ada sekitar 35 persen masyarakat yang belum benar-benar memahami produk keuangan, sehingga rentan terhadap penipuan atau investasi ilegal," kata Agus.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar