Berkat kebijakan itu, Bulog mendapat jatah sekitar 46 juta liter per bulan. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk menjaga pasokan dan mencegah gejolak harga, meski permintaan masyarakat terbilang tinggi.
Tak cuma beras dan minyak, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bahan pokok lain juga dalam kondisi cukup. Harganya relatif stabil, tidak ada lonjakan yang berarti di berbagai daerah.
Melihat situasi ini, pemerintah pun mengimbau. Masyarakat diminta tetap tenang dan menghindari panic buying. Tidak ada alasan untuk menimbun karena ketersediaan dinilai aman.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya,” tegas Rizal.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar.”
Pesan itu jelas: semua terkendali. Pemerintah memastikan pemantauan stok dan distribusi akan terus berjalan, agar kebutuhan pokok kita semua benar-benar terpenuhi dengan baik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Utamakan Keselamatan Jemaah Haji, Skenario Penundaan Disiapkan
Transisi Energi Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun, Realisasi Dana Baru 18%
Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Melampaui HET Jelang Lebaran
Gelombang Pertama WNI Dievakuasi dari Iran Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta