Lalu, bagaimana dengan isu panas lain yang mengemuka? Yaitu kenaikan harga minyak global yang berpotensi membebani anggaran subsidi energi, terutama jelang Idulfitri 2026. Menanggapi ini, Purbaya terlihat cukup tenang.
Dia menegaskan posisi fiskal Indonesia masih kuat. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai masih dapat diserap.
"Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari," ujarnya meyakinkan.
Logikanya sederhana. Perhitungan subsidi energi dirancang untuk jangka panjang, setahun penuh, dengan asumsi harga rata-rata tertentu. Fluktuasi dalam hitungan hari, menurutnya, belum cukup untuk menggoyah anggaran yang sudah disiapkan.
"Subsidi energi dihitung untuk satu tahun penuh, dengan asumsi rata-rata harga sekitar 70. Jadi kenaikan beberapa hari ini belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa menyerapnya."
Nada percaya diri itu jelas terdengar. Purbaya sepertinya ingin menyampaikan pesan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia sedang diuji, tetapi fondasinya sudah dipersiapkan untuk menghadapi gelombang ketidakpastian.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Utamakan Keselamatan Jemaah Haji, Skenario Penundaan Disiapkan
Transisi Energi Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun, Realisasi Dana Baru 18%
Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Melampaui HET Jelang Lebaran
Gelombang Pertama WNI Dievakuasi dari Iran Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta