JAKARTA – Angka perceraian di Jakarta yang terus merangkak naik bukan cuma sekadar statistik. Dampaknya bisa jauh lebih dalam, berpotensi memicu gelombang masalah sosial yang lebih luas. Mulai dari anak-anak yang terpaksa putus sekolah, hingga gangguan kesehatan mental yang mengintai. Nah, dalam situasi seperti ini, penguatan kebijakan untuk membangun keluarga yang tangguh dinilai jadi langkah krusial. Tujuannya jelas: memperkuat kualitas sumber daya manusia ibu kota ke depannya.
Isu ini mencuat dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembangunan Keluarga di gedung DPRD DKI. Dina Masyusin, legislator dari Partai Perindo, menekankan betapa keluarga sebagai unit terkecil punya pengaruh yang sangat besar terhadap wajah masyarakat secara keseluruhan.
“Ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi, konflik relasi, maupun tantangan pengasuhan, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan publik,” ujar Dina Masyusin, Senin (9/3/2026).
Data tahun 2024 cukup mencengangkan: tercatat 1.881 kasus perceraian di DKI Jakarta. Sebelumnya, di tahun 2023, ada 178 kasus perceraian yang berkaitan langsung dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Angka-angka ini bukan cuma deretan nomor di atas kertas.
Menurut Dina, kondisi ini punya implikasi nyata. Anak-anak, misalnya, jadi pihak yang paling rentan. Mereka berisiko kehilangan pendampingan keluarga yang utuh. Konsekuensinya? Bisa mulai dari meningkatnya angka putus sekolah sampai munculnya gangguan kesehatan mental yang seringkali tak terlihat.
Di sisi lain, situasi keluarga yang tidak stabil juga berpotensi menjadi bibit masalah lain. Kenakalan remaja, kekerasan, bahkan penyalahgunaan narkotika bisa saja ikut meningkat. Pola pengasuhan yang kurang tepat, kata Dina, berisiko melahirkan generasi yang lemah dalam hal kontrol diri, empati sosial, dan tentu saja, daya saingnya.
Artikel Terkait
Zurich Indonesia Pilih Obligasi Negara Meski Kuota Investasi Saham Diperlonggar
Warga Jakarta Buka Puasa Pukul 18.11 WIB, Isya 19.20 WIB
Jasa Marga Catat Gelombang Mudik Lebaran 2026 Dimulai Lebih Awal
DPR RI Desak PBB Ambil Tindakan Nyata Atasi Konflik AS-Israel-Iran