Dia tak ragu menyebut AS-lah yang telah menciptakan kondisi tidak aman di kawasan Timur Tengah, termasuk di perairan sempit itu. "Mereka yang membuat seluruh kawasan tidak aman. Itulah sebabnya kapal-kapal takut lewat. Kami tidak menutup selat ini," tegasnya sekali lagi, menepis segala tuduhan.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump sudah lebih dulu bersuara. Dia berjanji akan menjaga keamanan pelayaran di selat tersebut. Trump bahkan bersumpah tak akan membiarkan Iran mengganggu pasokan minyak dunia.
Ancaman itu diucapkannya dengan blak-blakan. Jika pemblokadean terus terjadi, serangan yang lebih keras akan dilancarkan terhadap Iran. Pernyataan itu menggantung, menambah tegang suasana yang sudah panas.
Artikel Terkait
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran
Tiga Calon Debutan Bersaing Ketat di Skuad Sementara Timnas Indonesia
Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Mereka yang Tentukan Akhir Perang
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun