Kedua kapal itu adalah Cospearl Lake yang berbendera Hong Kong dan Yuan Hua Hu, sebuah VLCC berbendera China. Berdasarkan data pelacakan Marine Traffic, kedua kapal tersebut masih berada di perairan Teluk Persia hingga saat ini.
Dampaknya terhadap angka ekspor sangat nyata. Rata-rata ekspor minyak harian Irak, yang biasanya mencapai 3,33 juta barel, merosot tajam menjadi hanya 800.000 barel pada hari Minggu. Sebuah kejatuhan yang dramatis.
Seorang pejabat di kementerian perminyakan Irak tidak menyembunyikan kekhawatirannya. Situasi ini, katanya, sangat serius.
Gangguan di Selat Hormuz jelas telah membalikkan keadaan. Ladang-ladang minyak di selatan Irak yang biasanya sibuk, kini menghadapi ketidakpastian yang dalam, dengan konsekuensi ekonomi yang masih harus ditanggung.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Mereka yang Tentukan Akhir Perang
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun