Kemenag Imbau Umat Islam Hormati Hari Raya Nyepi dalam Panduan Ramadan 1447 H

- Selasa, 10 Maret 2026 | 10:50 WIB
Kemenag Imbau Umat Islam Hormati Hari Raya Nyepi dalam Panduan Ramadan 1447 H

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Kementerian Agama baru saja merilis panduan resmi. Surat Edaran bernomor 1 Tahun 2026 itu mengatur tata cara penyelenggaraan ibadah, mulai dari puasa hingga Idulfitri nanti. Intinya, Kemenag ingin suasana Ramadan hingga lebaran berjalan tertib, aman, dan tentu saja penuh toleransi.

Yang menarik, tahun depan Ramadan bersinggungan dengan perayaan umat Hindu. Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada 19 Maret 2026, atau di penghujung Ramadan. Karena itu, dalam edarannya, Menag secara khusus mengimbau umat Islam untuk menghormati hari raya tersebut. Menjaga ketenangan jadi poin utama.

Lalu, apa saja isi pokok surat edaran itu? Berikut beberapa poin yang digarisbawahi.

Umat Islam diharapkan bisa menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk dan tenang. Tak cuma sekadar ritual, tapi juga mendalami maknanya. Syiar agama di bulan suci lewat ceramah atau takbiran tetap didorong, asal tak mengganggu ketertiban umum.

Nah, soal konten ceramah atau khutbah, Kemenag memberi rambu-rambu yang jelas. Materinya harus menyejukkan dan mencerahkan. Jangan sampai jadi ajang ujaran kebencian atau malah kepentingan politik praktis. Moderasi beragama dan persatuan bangsa harus diutamakan.

“Prinsipnya, dakwah baik di mimbar nyata maupun di media digital harus penuh etika dan tanggung jawab,” begitu kira-kira pesan dalam edaran tersebut. Ruang online diharapkan jadi sarana edukasi, bukan malah memecah belah.

Peran penceramah dan penyuluh agama pun ditekankan. Mereka diharap bisa jadi pendamping umat yang solutif, sekaligus agen penguatan moderasi. Ada prinsip ASRI yang dicanangkan: Aman, Sehat, Resik, dan Indah dalam setiap kegiatan.

Di sisi lain, aspek sosial Ramadan tak dilupakan. Zakat, infak, dan sedekah harus disalurkan secara tepat sasaran dan transparan. Pembinaan keagamaan juga diarahkan untuk bimbingan tadabbur Al-Qur'an, ketahanan keluarga, serta pendampingan kelompok rentan seperti fakir miskin dan lansia.

Kembali ke persoalan Nyepi, imbauannya lebih rinci. Umat Islam diminta benar-benar menjaga ketenangan agar tak mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani Catur Brata Penyepian. Ini wujud nyata toleransi dan semangat kerukunan.

Layanan untuk Pemudik

Soal mudik lebaran, Kemenag punya perhatian khusus. Pengelola masjid dan musala di sepanjang jalur mudik didorong menyediakan layanan "Masjid Ramah Pemudik".

Fasilitasnya diharapkan lengkap. Mulai dari akses 24 jam, keamanan area parkir, hingga ruang kesehatan. Jangan lupa toilet bersih dengan air mengalir. Buat pemudik zaman now, charging station untuk gadget adalah keharusan.

Tak ketinggalan, area istirahat yang layak, pusat informasi, serta penyediaan air minum atau makanan ringan. Semua itu demi kenyamanan mereka yang menempuh perjalanan jauh.

Surat edaran lengkap beserta lampirannya tentu bisa diunduh langsung dari situs resmi Kemenag. Panduan ini diharapkan tak sekadar dokumen, tapi benar-benar diimplementasikan di lapangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar