Dengan kata lain, pemerintah merasa masih punya cukup "amunisi" fiskal untuk menyerap dampak kenaikan harga global. Beban itu tak serta merta akan dibebankan ke rakyat.
Namun begitu, situasinya tetap diawasi ketat. Pemerintah berjanji memantau dinamika pasar energi secara intensif selama sebulan ke depan. Purbaya meminta masyarakat untuk tenang dan percaya pada kemampuan pemerintah mengelola situasi. Ia mengingatkan, Indonesia punya pengalaman menghadapi krisis energi berkali-kali.
"Anda percaya aja, saya cukup pintar kok. Kita sudah ngalamin harga minyak tinggi berapa kali kan, banyak. Enggak hancur negaranya kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,"
Katanya dengan nada meyakinkan. Melalui langkah-langkah terukur, Kementerian Keuangan berupaya menjaga stabilitas ekonomi domestik. Langkah drastis yang bisa memicu inflasi tinggi berusaha dihindari.
Jadi, untuk sementara, masyarakat bisa bernapas lega. Harga BBM subsidi masih akan bertahan, setidaknya hingga evaluasi berikutnya menunjukkan kondisi yang berbeda.
Artikel Terkait
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas