Di tengah hiruk-pikuk pasar minyak global yang memanas, kabar baik datang dari Pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Padahal, ketegangan geopolitik antara AS-Israel dan Iran sudah memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia. Tapi, tampaknya skema subsidi yang ada saat ini bakal dipertahankan dulu.
Purbaya menegaskan, fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Tujuannya jelas: melindungi daya beli masyarakat yang masih perlu dijaga.
"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,"
Ucapnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin lalu. Pernyataan itu sekaligus menepis kekhawatiran yang beredar.
Keyakinan pemerintah ini punya dasar. Menurutnya, stok energi dalam negeri masih aman, sebuah fakta yang juga dikonfirmasi oleh Kementerian ESDM. Meski harga minyak dunia naik-turun, secara kumulatif rata-ratanya masih di bawah batas maksimal asumsi APBN. Artinya, anggaran negara masih punya ruang untuk menahan gejolak.
Artikel Terkait
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas