Di sisi lain, cadangan strategis yang dimiliki 32 anggota IEA memang dirancang untuk situasi macam begini. Sistem darurat kolektif itu bertujuan menahan gejolak harga minyak saat krisis melanda.
Lalu, berapa jumlah yang akan dilepas? Beberapa pejabat AS mendorong angka yang cukup besar. Mereka membidik pelepasan bersama antara 300 juta sampai 400 juta barel.
Angka itu bukan main-main. Itu setara dengan 25 hingga 30 persen dari total cadangan minyak bersama mereka, yang diperkirakan mencapai 1,2 miliar barel. Langkah besar, untuk meredam gejolak yang mungkin datang.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar
Menteri Keuangan Tinjau Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masih Kuat