Lalu, berapa total ketersediaannya? Saat ini tercatat 27,99 juta ton. Rinciannya, stok Bulog 3,76 juta ton, stok di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, dan padi siap panen atau standing crop mencapai 11,73 juta ton.
Dengan angka-angka itu, Amran memperkirakan stok beras nasional masih cukup untuk sekitar 324 hari ke depan. Atau kalau dirata-rata, hampir 11 bulan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,”
katanya meyakinkan.
Potensi peningkatan produksi itu bukan omong kosong. Periode panen raya di berbagai daerah akan segera masuk. Imbasnya, stok beras pemerintah diproyeksikan bisa melonjak hingga 5 juta ton dalam dua bulan mendatang.
Nah, bagaimana dengan komoditas lain? Kabar baiknya, kondisi surplus juga terjadi pada ayam dan telur. Di sisi lain, persoalan pupuk yang kerap jadi keluhan petani juga tampaknya sedang membaik. Ketersediaannya aman, dan yang menarik, harganya dilaporkan turun sekitar 20 persen.
“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,”
tutup Amran, mengakhiri pernyataannya dengan optimisme.
Artikel Terkait
22 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Iran
Presiden Prabowo Pimpin Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Mantan Dirjen Aptika Kominfo Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Korupsi PDNS
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza