Menag Targetkan Indonesia Jadi Pusat Studi Al-Quran Dunia

- Senin, 09 Maret 2026 | 08:35 WIB
Menag Targetkan Indonesia Jadi Pusat Studi Al-Quran Dunia

Menurutnya, Indonesia punya modal kuat. Karakter pemahaman Al-Quran di tanah air dikenal moderat dan harmonis. Nilai-nilai itu, di mata Menag, justru jadi aset berharga yang dibutuhkan dunia internasional sekarang. Cahaya Al-Quran dari Indonesia, katanya, harus bisa memancarkan sinar yang lebih terang bagi peradaban global.

Namun begitu, tentu ada tantangan. Keberlangsungan lembaga dan program kaderisasi mufasir membutuhkan dukungan nyata, terutama soal pendanaan. Tapi Menag tampak optimistis. Dia yakin solusi konkret bisa ditemukan, apalagi dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.

“Mumpung Pak Presiden masih bersama kita dan didukung oleh para tokoh-tokoh kita yang lain, saya kira persoalan pendanaan dan keberlanjutan itu insya Allah bisa diselesaikan,” ujar Menag.

Di sisi lain, peran kader mufasir sendiri dinilai krusial. Mereka diharapkan tak hanya mendalami ilmu, tetapi juga aktif menyebarkan pesan-pesan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Konsistensi dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran yang selaras dengan semangat kebangsaan dan persatuan menjadi kunci.

Jadi, langkahnya sudah dirintis. Tinggal bagaimana komitmen kolektif diwujudkan, agar mimpi besar itu tak hanya jadi kata-kata di atas panggung.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar