Kapal Penarik UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, 4 WNI Luka dan 3 Hilang

- Minggu, 08 Maret 2026 | 18:20 WIB
Kapal Penarik UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, 4 WNI Luka dan 3 Hilang

Dia lantas mengingatkan prinsip hukum humaniter internasional. Pada dasarnya, serangan yang menyasar warga sipil itu dilarang.

Namun begitu, realitanya seringkali berbeda. Dalam konflik modern sekarang, kapal-kapal yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi strategis seperti tanker minyak sering tidak lagi dianggap netral. Mereka dilihat sebagai bagian dari kepentingan ekonomi vital yang sah untuk diserang.

Memang, situasi di Selat Hormuz itu ruwet. Mendapatkan informasi akurat di tengah ketegangan seperti ini adalah tantangan besar sendiri. Karena itulah, Arbani menilai kerja sama diplomatik yang intens dengan negara sekitar, seperti UEA dan Oman, menjadi kunci. Tidak hanya untuk mengungkap fakta, tapi juga untuk memastikan keselamatan WNI kita yang masih terjebak di zona rawan.

Insiden ini sekali lagi mengingatkan betapa rapuhnya keselamatan warga sipil di tengah gejolak geopolitik. Semoga korban segera ditemukan dan diplomasi kita bisa berbicara lantang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar