Di sisi lain, komitmen PNM juga terlihat dari pendekatan pembiayaannya. Sekitar 73 persen pembiayaan mereka kini berbasis syariah. Model ini dianggap lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat. Upaya ini pun diakui, salah satunya melalui penghargaan "Indonesia Best Sharia Business Unit of Financial Services 2026 with Inclusive Financing Scheme to Strengthen Economic Empowerment" dari Warta Ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan adalah jantung dari upaya mereka.
"Kami melihat bagaimana perempuan memiliki ketangguhan luar biasa dalam menjaga kehidupan keluarga sekaligus mengembangkan usaha. Melalui PNM Mekaar, kami ingin memastikan mereka tidak berjalan sendiri. Tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan ruang belajar agar usaha mereka dapat tumbuh dan membawa harapan yang lebih baik bagi keluarga," ujar Dodot, Sabtu (8/3/2026).
Ke depannya, PNM berencana memperluas jangkauan program ini. Tujuannya jelas: agar semakin banyak perempuan Indonesia yang punya kesempatan bangkit. Mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan akhirnya memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar.
Karena, kalau kita jeli melihat, di balik banyak usaha kecil yang bertahan dan bahkan berkembang saat ini, seringkali ada sosok perempuan yang tak kenal lelah. Mereka yang memilih untuk terus berjuang, menjaga api harapan, dan melangkah maju untuk masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Kiper Ajax Maarten Paes Buka Suara soal Ledakan Emosi Usai Kekalahan dari Groningen
Motif Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Istri Siri di Depok
Jadwal Imsak dan Salat di Bogor Hari Ini, Imsak Pukul 04.33 WIB
Kepala BPJPH: Sertifikasi Halal AS Lebih Ketat dalam Beberapa Aspek