Di sisi lain, respons dari Teheran datang dengan nada yang tak kalah keras. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan termasuk ancaman invasi darat.
“Kami menunggu mereka,” kata Araghchi dengan penuh keyakinan. “Kami yakin bisa menghadapi mereka, dan itu justru akan menjadi bencana besar bagi mereka sendiri.”
Ketegangan ini tentu bukan muncul tiba-tiba. Perang antara Iran dengan AS dan Israel sudah pecah sejak akhir Februari lalu, tepatnya 28 Februari. Pemicunya adalah serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke wilayah Israel serta beberapa pangkasan AS di Timur Tengah. Langkah strategis lain yang mereka ambil adalah memblokade Selat Hormuz jalur vital ekspor minyak global yang semakin memanaskan situasi dan menggetarkan pasar energi dunia.
Artikel Terkait
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp191 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Jelang Lebaran 2026
Selebgram Nabilah OBrien Ajukan Praperadilan Usai Ditahan Polisi Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik