Kebijakan tarif ini, dalam pandangannya, punya arti sangat strategis. Ia bisa menjadi pendorong peningkatan nilai ekspor ke pasar Amerika Serikat. Dan hasilnya sudah terlihat. Indonesia saat ini tercatat mencatatkan surplus perdagangan dengan negara adidaya tersebut.
“Seingat saya kurang lebih 18 miliar dolar AS,” ucapnya. “Saya kira ini angka yang besar dan bisa kita tingkatkan lagi surplusnya.”
Pertemuan yang hangat itu sendiri dihadiri oleh sederet tokoh nasional. Tampak hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, para mantan wakil presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin. Tak ketinggalan, sejumlah ketua umum partai dan mantan menteri luar negeri turut menyumbang pikiran.
Nuansa diskusinya digambarkan Jokowi sangat terbuka. Setiap orang diberi ruang untuk menyampaikan pandangan.
“Semuanya memberikan masukan yang menurut saya sangat baik,” katanya. “Forum-forum seperti itu dilakukan secara rutin.”
Pertemuan singkat di Solo itu pun menutup secuil informasi dari balik layar, tentang bagaimana kepemimpinan bangsa ini mendengar banyak suara sebelum melangkah.
Artikel Terkait
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Terharu Saksikan Bantuan Indonesia untuk Palestina