ujar Qodari soal usulan tambahan dana melalui ABT senilai Rp89,49 triliun. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan SDM nasional.
Di sisi lain, ada perubahan signifikan dalam tata kelola dana. Pengelolaannya tak lagi lewat Kementerian PU, melainkan langsung ditangani Kemendikdasmen. Dana cair langsung ke rekening sekolah dan dikelola dengan skema swakelola yang melibatkan masyarakat. Secara teknis, pembangunan di lapangan dijalankan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau P2SP.
Mereka dibantu tim perencana dan pengawas sekitar 7–10 orang, plus tenaga konstruksi lokal sebanyak 20–30 orang di tiap lokasi.
Efeknya ternyata ganda. Selain membenahi sekolah, program ini jadi penggerak ekonomi lokal. Bayangkan saja, dari 16.167 satuan pendidikan yang dikerjakan secara swakelola, tercipta potensi lapangan kerja yang besar.
“Asumsi setiap satuan pendidikan menyerap estimasi 40 orang tenaga kerja,”
Artikel Terkait
Pemerintah Tanggapi Penurunan Outlook Fitch dengan Sorot Fundamental Ekonomi yang Kuat
Gubernur California Newsom Sebut Israel Negara Apartheid dan Pertanyakan Bantuan Militer AS
Dinkes Tangsel Perketat Pengawasan Takjil Jelang Buka Puasa
Menteri Sebut Konten Kesehatan Palsu Paling Banyak Beredar di Meta