Di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi untuk Operasi Ketupat tahun depan. Cuacanya terik di luar, tapi di dalam ruangan fokusnya tertuju pada satu hal: bagaimana mengamankan arus mudik Lebaran 2026. Rupanya, ada angka besar yang jadi pertimbangan utama.
Menurut Sigit, pada periode mudik Lebaran 2025 lalu, perputaran uang dari pusat ke daerah mencapai angka yang fantastis: sekitar Rp137 triliun. Nilai sebesar itu, jelas punya dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Jadi, urusan pengamanan mudik ini nggak cuma soal keselamatan di jalan. Lebih dari itu, ia berpengaruh langsung pada geliat ekonomi masyarakat di daerah-daerah.
"Kita harapkan pengamanan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian daerah juga semakin besar," ujarnya.
Nah, untuk mencapai itu, persiapan harus matang. Berdasarkan hasil survei jalur mudik, ada beberapa temuan yang mesti segera ditangani sebelum puncak arus mudik tiba. Titik perhatian utamanya ada di jalur Tol Trans Jawa dan jalur Pantura. Di beberapa spot, masih ada penyempitan atau 'bottleneck' yang berpotensi bikin macet mengular.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Sistem Satu Arah dan Ganjil-Genap untuk Mudik Lebaran 2026
Arab Saudi Bantah Lobi AS Serang Iran, Kilang Aramco Diserang Balasan
Imsak Jakarta Pagi Ini Pukul 04.33 WIB, Disusul Subuh 10 Menit Kemudian
Mari Elka Pangestu Peringatkan Dampak Konflik AS-Israel-Iran ke Ekonomi Indonesia