Gubernur DKI Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga, Siapkan Langkah Antisipasi

- Senin, 02 Maret 2026 | 23:50 WIB
Gubernur DKI Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga, Siapkan Langkah Antisipasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyuarakan kekhawatirannya terkait eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Harapannya sederhana: perang ini jangan sampai berlarut-larut. Alasannya jelas, konflik yang berkepanjangan berpotensi memicu gejolak harga berbagai komoditas di tanah air.

“Pertama-tama, ini soal rantai pasokan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

“Selat Hormuz jadi titik krusial. Lebih dari 30 persen minyak dunia melintas di sana, belum lagi barang-barang lainnya. Bayangkan kalau lalu lintas di sana terganggu atau ditutup.”

Menurutnya, dampaknya akan langsung terasa. Rute pengiriman jadi lebih panjang dan berbelit, yang otomatis mendongkrak biaya logistik. Ujung-ujungnya, harga barang di pasar bisa meroket.

Menyikapi ancaman ini, Pramono sudah bergerak. Dia menginstruksikan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta untuk segera menyusun strategi mitigasi krisis. Intinya, mereka harus punya skenario cadangan jika pasokan produk tertentu tiba-tiba menyusut.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar