Pasukan Indonesia Akan Dikerahkan di Gaza Selatan Awal April

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:00 WIB
Pasukan Indonesia Akan Dikerahkan di Gaza Selatan Awal April

“Tapi yang perlu kami sampaikan dan tegaskan sekali lagi bahwa terkait dengan mandat, telah jelas. Dari national caveat kita, saya sampaikan beberapa hal, seperti misalnya yaitu mandat non-combat dan non-demiliterisasi,” ujar Caka dalam konferensi pers Jumat (27/2).

Artinya, pasukan TNI tidak akan menjalankan peran pelucutan senjata. Mereka juga tak akan menargetkan pihak mana pun. Penugasan mereka terbatas hanya di Gaza.

Rafah disebut-sebut akan menjadi lokasi penempatan awal. Wilayah ini memang strategis, tapi juga sangat sensitif. Posisinya berbatasan langsung dengan Mesir dan kerap dipadati pengungsi yang mencari perlindungan.

Secara keseluruhan, ISF diperkirakan akan beranggotakan sekitar 20.000 personel militer ditambah 12.000 polisi dari negara-negara anggota Dewan Perdamaian Gaza. Bahbah berharap kehadiran mereka bisa menekan pelanggaran gencatan senjata dan menciptakan stabilitas.

Lebih dari itu, kehadiran pasukan internasional ini dinilai penting untuk melindungi Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza yang baru dibentuk. Pemerintahan sementara itu membutuhkan ruang aman agar bisa bekerja di tengah situasi yang masih sangat rapuh.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar